Transsulawesi.com, Batui – Pemadaman lampu yang kerap terjadi di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai membuat banyak warga yang geram.
Dalam sepekan ini misalnya, dari pantauan memang terjadi pemadaman secara acak yang dilakukan oleh pihak PT PLN. Pemdaman terjadi pada siang hari hingga sore dan begitu juga pada malam hari.
Ada beberapa hal yang membuat banyak warga geram terhadap pemadaman lampu. Banyak usaha jasa yang menjadi tersendat usahanya akibat pemadaman lampu. Begitu juga pelaku usaha mikro seperti penjual makanan dan minuman es yang tidak bisa bergerak saa terjadi pemadaman lampu.
Warga juga mengatakan bahwa mereka takut jika alat-alat elektonik mereka bisa rusak jika terus seperti ini. Beberapa warga juga berkelakar bahwa mereka bingung mau bayar tagihan listrik padamnya atau menyalanya.
Entah apa yang sebabkan pemadaman lampu sering terjadi. Namun wilayah kota Luwuk aliran listrik cukup normal.
Tidak ada langkah konkrit dari pihak PT PLN untuk mengatasi hal seperti terjadi. Karena setiap tahunnya problem ini terus terjadi.
Begitu juga PT PLN (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkekuatan 40 megawatt (MW) di Desa Nonong, Batui yang telah diresmikan pembangunan (ground breaking) proyek dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Sidrap, Sulawesi Selatan, pada tahun 2018 belum juga terealisasi.
Padahal investasi yang ditanamkan dalam pembangunan pembangkit listrik ini diperkirakan mencapai Rp521 miliar.
Semntara itu, pada tahun 2018 silam, Supervisor Humas PT PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara Dermawan Amir Uloli, mengatakan bahwa PLN area Luwuk memiliki 136 ribu pelanggan, dimana daya pembangkit sebesar 28,3 MW dengan beban puncak sudah mencapai 25,8 MW.
mhr