Kasak-kusuk Pelantikan Pejabat di Era AT-FM, Temui Puncaknya di Batui
Transsulawesi.co, Batui – Masyarakat Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, hari ini berdemonstrasi di area pasar rakyat Batui menganulir kebijakan pelantikan Bupati Banggai H. Amiruddin Tamoreka yang dinilai tidak tepatm Jumat (15/4/2022). Kegaduhan politik pelantikan di tubuh pemerintahan temui puncaknya saat Bupati Banggai melantik Camat di Batui.
Desas-desus pelantikan Camat di Batui memang sudah bergulir sejak tahun lalu. Dimana ada suara-suara yang menginkan putra daerah untuk memimpin daerah mereka sendiri. Masyarakat beralasan, bahwa beberapa ASN di Kecamatan batui punya pengalaman dan memenuhi syarat secara administratif untuk menjadi Camat di Kecamatan Batui.
Rotasi dan pelantikan di pemerintahan daerah Kabupaten Banggai pada prakteknya seperti sistem perkreditan keuangan yang dilakukan berangsur-angsur. Berbeda dengan beberapa Bupati sebelumnya yang melakukan percepatan dan keseragaman, pelantikan di era AT-FM dilakukan secara bertahap hingga saat ini.
Sehingga ada istilah “Kamis Keramat”, dimana Bupati Banggai melakukan pelantikan hanya pada hari kamis saja. Entah apa alasannya.
Saat ditemui, beberapa demonstran mengatakan bahwa kebijakan Bupati Banggai tidak memihak masyarakat Batui dimana putra daerah tidak berkesempatan untuk mengabdi pada daerahnya sendiri. Mereka juga melakukan aksi tutup mulut saat dimintai keterangan.
“Kami akan berikan keterangan nanti malam,” ujar salah satu demonstran.
Beredar isu bahwa sebelumnya nama AH seorang ASN putra Kecamatan Batui berkesempatan untuk menjadi Camat di Batui. Namun hal tersebut terpatahkan, dikarenakan pada saat pelantikan posisi tersebut digantikan oleh orang lain dan berasal bukan dari Batui.
Sontak isu tersebut bergulir panjang dan menjadi problem utama saat ini. Tak tunggu lama spanduk penolakan keras sudah di bentangkan di Pasar rakyat hingga masjid Batui.
Batui sendiri merupakan salah satu basis suara keras dari pasangan AT-FM kala bergulirnya Pilkada serentak pada tahun 2020 lalu. Dimana Kecamatan Batui salah satu kecamatan yang mendukung penuh gerakan awal pasangan AT-FM saat pilkada lalu.
Beredar juga isu di Masyarakat Batui saat ini, siapakah dalang yang mengatur penatikan dan menetapkan orang-orang di pemerintahan AT-FM saat ini? Mungkinkah ada pihak yang sering berbisik-bisik kepada Bupati terkait pelantikan pejabat?
Namun yang pastinya, masyarakat Batui pada saat ini menginginkan adanya regenerasi pemimpin di wilayah mereka dimana putra-putri lokal Batui diberikan kepercayaan untuk membangun daerah sendiri. Namun saying seribu saying, kali ini impian itu harus terkubur dalam-dalam.
Redaksi