Transsulawesi.co, Batui -- JOB Tomori melepasliarkan 3 ekor penyu hasil konservasi dan perlindungan penyu di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Upaya pelestarian penyu dilakukan oleh JOB Tomori bersama komunitas masyarakat di kampung pelangi desa Sinorang sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian penyu yang kian terancam.
Dr. Syamsu Adirahman salah satu tenaga pendamping yang meruoakan dosen yang mengajar di Unismuh Luwuk mengatakan bahwa saat ini dari hasil riset Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai, teridentifikasi ada 4 jenis penyu yang mendarat bahkan bertelur di pantai Sinorang.
Syamsu mengatakan bahwa adanya konservasi ini memang kita melihat bahwa kondisi serta adanya potensi terutama kalau kita perhatikan bahwa adanya pantai yang indah, tetapi tidak pernah dikelola dengan baik dan yang menjadi uniknya adanya penyu yang mendarat, baik mendarat untuk bertelur karena faktor lainnya.
"Konservasi seperti ini sebagai upaya pelestarian satwa yang dilindungi. Selain untuk menjaga eksistensi penyu agar generasi selanjutnya," ujarnya.
Senior Manager Business support JOB tomori, Eddy Sofian menyampaikan bahwa pelepasan penyu yang terletak dipantai Sinorang yang sangat indah memiliki potensi yang sangat bagus yang tentunya kita jaga kelestariannya dengan program konservasi penyu sekaligus menjadi tantangan Job Tomori sendiri.
Wisnu wardhana selaku manager senior humas SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) menyampaikan pendapatnya bahwa kerjasama antara kalangan akademisi khususnya Unismuh Luwuk, melepasliarkan penyu sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan, untuk menjaga ekosistim satwa yang dilindungi.
Dia juga berharap lembaga-lembaga pendidikan memfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga ekosistim sehingga tercipta harmonisasi antara alam dan manusia.
Mhr