15 ekor anakan burung Maleo dilepasliarkan oleh DSLNG dikawasan Suaka Margasatwa Bangkiriang. (Foto/Transsulawesi)
Transsulawesi.co, Batui -- PT. Donggi Senoro (DSLNG) kembali melepasliarkan kembali burung maleo dikawasan Suaka Margasatwa Bangkiriang, Batui, Kamis (9/6/2022). Sebanyak 15 ekor anakan burung Maleo dilepasliarkan oleh DSLNG yang bekerjasama dengan BKSDA Sulawesi Tengah dan komunitas pemerhati Maleo.
Hadir dalam pelepasliaran Maleo perwakilan dari DSLNG Senior Manager QHSE DSLNG, Akhmad Khakim, Corporate Communication Manager DSLNG Adhika Paramanandana, BKSDA Sulawesi Tengah, Nyoman Ardika, Para Pencinta Maleo, Para Staf DSLNG, masyarakat desa Batui, dan Insan Pers.
Kepedulian DSLNG terhadap maleo sudah dilakukan sejak tahun 2013 silam dimana berdirinya Maleo Center di desa Uso, Batui. Hingga saat ini, sebanyak 127 ekor lebih burung maleo telah di lepas di Suaka Margasawatwa Bangkiriang yang berada di antara Kecamatan Batui dan Sinorang.
Dimana anakan maleo tersebut hasil dari penetasan telur burung maleo yang menggunakan inkubator yang berada di Maleo Center. Telur-telur yang ditetaskan merupakan telur sitaan dari pihak BKSDA Sulteng, yang kemudian diselamatkan hingga ditetaskan.
Senior Manager QHSE DSLNG, Akhmad Khakim menyampaikan pelepasliaran Maleo di Suaka Margasatwa Bakiriang mengatakan bahwa ini adalah merupakan bagian kepedulian DSLNG dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni oleh UN sejak tahun 1974, dan tema pada tahun ini adalah Only One Earth ”hanya satu Bumi”.
"Komitmen dari Donggi Sinoro LNG untuk melakukan eksitu konservasi Maleo yang dilakukan sejak dulu , serta hari ini telah melepas Liarkan burung maleo sebanyak 15 ekor di Suaka Margasatwa Bangkiriang sehingga keseluruhannya sudah sebanyak 127 ekor lebih burung maleo untuk hidup dialam bebas dengan harapan hewan yang dilindungi bisa tumbuh dan berkembang biak," ujarnya.
Mewakili BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, Nyoman Ardika sangat memberikan dukungan penuh kepada PT. Donggi Senoro LNG dalam upaya melestarikan burung maleo yang sangat langka dan dilindungi ini selain itu juga ucapan terima kasih kepada para pencinta burung maleo dalam membantu DSLNG menjagabdan melindungi bersama.
"Harapannya anakan maleo yang dilepas bisa cepat beradaptsi kepada alam terbuka dan semoga apa yang dilakukan oleh PT. Donggi Senoro LNG ini bisa terus berjalan baik dan kami mendukung segala upaya terbaik dalam konservasi Satwa Burung Maleo," Ungkap Nyoman Ardika.
Pelepas Liaran burung maleo sebanyak 15 ekor merupakan kelanjutan pada acara serah terima burung maleo yang sempat dihadiri Gubenur Sulawesi tengah, Kapolda Sulteng seta Danrem 132 Tadulako.
Mhr