EW Ditetapkan Tersangka, Ketua DPC PDIP Bangkep: Tunggu Putusan BKD

EW Ditetapkan Tersangka, Ketua DPC PDIP Bangkep: Tunggu Putusan BKD

Foto: Istimewa

Transsulawesi.co, Bangkep -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokarasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banggai Kepulauan (Bangkep) Syahruddin Lalu angkat bicara terkait perkara yang menimpa Wakil Ketua II DPRD Bangkep Eko Wahyudi (EW).

Secara khusus kepada awak media ini, Syahruddin mengungkapkan dengan ditetapkannya EW yang merupakan Sekretaris DPC PDIP Bangkep sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Banggai memberikan dampak yang cukup besar terhadap partai yang dipimpinnya.

Namun hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah lanjut atas hal tersebut karena masih menunggu hasil keputusan Badan Kehormatan Dewan (BKD).

"Kami dari partai belum mengambil langkah lanjut atas perkara itu karena masih menunggu hasil putusan BKD," ungkap Ketua Fraksi Perjuangan Nurani Rakyat DPRD Bangkep kepada awak media ini, Rabu (22/12/21), saat ditemui dikediamannya.

Lebih lanjut Syahruddin mengatakan perkara yang menimpa EW merupakan masalah pribadi sehingga dalam penyelesaiannya berkaitan dengan tata tertib (tatib) yang ada di DPRD. Meskipun dalam tatib partai boleh mengajukan pergantian sementara.

"BKD memiliki fungsi dan tanggung jawab ketika ada permasalahan yang terjadi di lembaga. Ada beberapa tahapan yang dilewati sesuai dengan kerja-kerja lembaga, yakni dilakukan rapat dan diplenokan untuk mengajukan kepada pimpinan berkaitan dengan tatib itu. Ketika ada surat dari BKD maka partai akan menindaklanjutinya," lanjut Ketua Komisi II DPRD Bangkep ini.

Syahruddin menambahkan secara politik PDIP dirugikan dengan adanya pergantian sementara.

"PDIP dirugikan karena tidak masuk dalam unsur pimpinan, dimana dari segi kebijakan yang ada di DPRD minus satu," ucapnya.

Ditegaskan ditetapkannya EW sebagai tersangka memberikan dampak yang cukup kuat terhadap konsolidasi yang dilakukan PDIP.

"Hari ini representase PDIP sedang diatas, dengan adanya kasus tersebut membuat gejolak dikalangan bawah, apalagi perkara ini sudah menjadi konsumsi publik," tandasnya.

(dewi)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.