PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kembali melepasliarkan 12 ekor anakan burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Suaka Margasatwa Bakiriang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat, (10/12/2021).
Transsulawesi.com, Moilong -- PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kembali melepasliarkan 12 ekor anakan burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Suaka Margasatwa Bakiriang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat, (10/12/2021).
Pelepasliaran anakan burung Maleo ini merupakan upaya DSLNG dalam melestarikan burung maleo sebagai salah satu hewan endemik Sulawesi khususnya yang ada di Kabupaten Banggai telah menjadi bagian tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dimana sejak tahun 5 Juni 2013 melalui konservasi ex-situ di Desa Uso Kecamatan Batui.
Perwakilan manajemen DSLNG Ardya Yosy Rahardjo selaku External Relations Manager DSLNG mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelestarian burung maleo di Kecamatan Batui dan Kabupaten Banggai pada umumnya.
Yosi menyampaikan bahwa selama ini pihak perusahaan bekerjasama dengan BKSDA, dan saat ini juga telah menggandeng Komunitas Pencinta Maleo dan pihak pemerintah daerah Kabupaten Banggai melalui dinas terkait dalam upaya menjaga burung maleo dari kepunahannya.
“Ini salah satu bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan dalam membantu pemerintah melestarikan burung maleo, burung yang menjadi identitas daerah ini. Pihaknya juga berharap mendapat dukungan dari pemerintah, adat dan masyarakat agar DSLNG dapat memberikan yang terbaik khususnya pelestarian burung maleo,” ujar Yossi kepada awak media saat hadir di Suaka Margasatwa Bakiriang.
Dalam lepasliarkan satwa endemik Sulawesi ini turut hadir Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Dinas Kehutanan, Komunitas Pecinta Maleo, dan tokoh masyarakat adat Kecamatan Batui.
Jam’un Hakim selaku tokoh adat masyarakat Batui yang turut hadir mengatakan bahwa DSLNG merupakan perusahaan pertama yang mempelopori upaya pelestarian burung maleo di kecamatan Batui. Menurutnya DSLNG selama ini berbuat banyak dengan bentuk kepeduliannya terhadap pelestarian burung endemik Kabupaten Banggai.
“Ini adalah semangat dalam pelestarian burung maleo, oleh karena itu masyarakat adat memberikan apresiasinya kepada DSLNG dalam upaya pelestarian burung maelo dalam kegiatan pelepasliaran 12 ekor anakan maleo dan konservasi ex-situ maleo,” ungkapnya.
mhr