Transsulawesi.co, Batui -- Konflik lahan eks tambak udang di Kecamatan Batui antara pihak perusahaan dan masyarakat kembali memanas. Pasalnya alat berat yang sebelumnya dikerahkan masuk tiba-tiba kembali di tarik keluar lagi, Rabu, (8/11/2023).
Masyarakat pendemo yg menduduki pemilik lahan eks HGU tambak udang merespon tidak nyaman dengan aktifitas tersebut. Menurut masyarakat silahkan saja alat berat tersebut dikeluarkan asalkan ada perjanjian atau berita acara antara pihak masyarakat dengan pemilik alat berat.
Sempat terjadi ketegangan antara pemilik alat berat dengan masyarakat. Keadaan kian memanas saat salah seorang ibu-ibu yang ikut berdemonstrasi terlibat cekcok dan akhirnya pingsan dan terpaksa di bawa di puskesmas Batui.
Akhirnya persoalan mobilisasi alat berat bisa dimediasi oleh forkopimcam Batui. Sehingga lahirlah kesepakatan alat berat bisa dikeluarkan. Pemilik alat berat sendiri mengatakan bahwa alatnya dikeluarkan karena tidak pekerjaan selama ini sehingga harus dikeluarkan. Namun menurut warga bahwa alat berat tersebut tidak bisa lalu lalang di area sengketa tersebut seenaknya.
Namun satu hal yang menjadi kendala yakni saat dikeluarkan dari lokasi eks HGU tambak udang, alat berat tidak di izinkan parkir dilahan warga karena area persawahan. Akhirnya alat berat tersebut diparkir tepat di depan pintu masuk lokasi eks perusahaan tambak udang. Dan operator dengan cepat meninggalkan lokasi tersebut karena beberapa warga marah.
Mhr